Kalkulator
Kalkulator Kapan Obat Habis
Punya obat rutin atau obat yang harus diminum sampai habis? Masukkan jumlah obat yang tersisa dan aturan pakainya untuk mengetahui obat cukup sampai tanggal berapa, supaya kamu bisa kontrol atau menebus resep ulang tepat waktu.
Formulir Kalkulator Kapan Obat Habis
Rumus yang dipakai
Pemakaian per hari = dosis sekali minum × frekuensi per hari
Jumlah hari = jumlah obat ÷ pemakaian per hari (dibulatkan ke bawah)
Tanggal dosis terakhir = tanggal mulai + (jumlah hari − 1)
Dikurangi satu karena hari pertama sudah dihitung sebagai hari ke-1.
Contoh perhitungan
Kamu menerima 30 tablet dengan aturan pakai 3 × 1 tablet sehari dan mulai diminum 1 Oktober 2026.
- Pemakaian per hari: 1 × 3 = 3 tablet.
- Jumlah hari: 30 ÷ 3 = 10 hari.
- Tanggal dosis terakhir: 1 Oktober + 9 hari = Sabtu, 10 Oktober 2026.
Penjelasan
Kalkulator sederhana ini membantu dua hal yang sering terlewat. Pertama, obat rutin untuk penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau kolesterol. Obat ini sebaiknya tidak terputus, jadi kamu perlu tahu kapan harus kontrol atau menebus resep lagi. Kedua, obat yang harus diminum sampai tuntas, misalnya antibiotik. Di sini kamu bisa mengecek apakah jumlah obat memang pas dengan lama pengobatan yang diresepkan.
Kalau hasil hitungan tidak cocok dengan lama pengobatan yang disampaikan dokter, misalnya dokter bilang 7 hari tetapi obat hanya cukup 5 hari, tanyakan ke apoteker saat menebus obat. Bisa jadi ada salah hitung, atau aturan pakainya berbeda dari yang kamu kira.
Aturan “3 kali sehari” umumnya berarti kira-kira setiap 8 jam. Untuk antibiotik, jarak antar dosis yang teratur membantu menjaga kadar obat dalam darah tetap cukup. Baca juga Antibiotik Harus Dihabiskan? dan Cara Menyimpan dan Membuang Obat.